Featured Article

Jumat, 05 April 2013

Mencoba Tersenyum

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 216)

Detik, menit, jam, hari,
Tak perlu ku menghitungnya, diantara lelahnya jiwa dalam resah dan air mata..
Biarkan ia berlalu dengan skenarioMu..
Biarkan kujalani, kunikmati segala yang telah Kau tuliskan untukku..
Dengan segala asa dan angan..
Dengan segenap keyakinan..

Sulit jika harus menyembunyikan tangis pada diri sendiri..
Sulit jika harus menyembunyikan segala rasa yang berkecamuk dalam hati..
Menata hati hanya untuk mengharap cintaMu..
Mengunci hati untuk tetap dijalan yang Engkau ridhoi,,

Tersenyum..
Hanya demi mereka yang kusayang..
Hanya demi ketenangan hati mereka yang kusayang..
Namun, hatiku tak kan pernah berbohong jika memang ia sedang rapuh..

Ya, rapuh..
Rapuh untuk segala yang aku rasakan..
Rapuh untuk setiap langkah yang ku arungi..
Rapuh untuk setiap asa yang pernah kuimpikan..
Rapuh untuk desiran nafas yang kuhembuskan..
Aku sadar, sadar akan segala apa yang kurasakan..
Karna memang hatiku tak kan pernah berbohong pada diriku sendiri..
Biar kurasa sendiri, dalam muhasabahku padaMu..

Ya Rabb..
Ampuni aku..
Jika hari ini ada kerapuhan dijiwaku, tegarkanlah..
Jika hari ini ada keputusasaan, bangkitkanlah jiwaku kembali tuk melangkah ,
Jika hari ini ada kesulitan,
Mudahkanlah semua urusanku ..
Jika hari ini ada kesedihan,
Gantilah dengan senyuman..
Jika hari ini ada keraguan,
Yakinkan hatiku untuk tidak ragu-ragu,
Jika hari ini ada kerinduan,
Pertemukanlah aku dengannya..

Ya Rabb..
Tetap sabarkan hatiku dan kuatkan langkah ini,
Tuk tetap tegar serta tabah dalam setiap ujiMu,
Bimbinglah aku,
Yang mendamba ridhaMu

Selasa, 26 Maret 2013

Kerang Luar Biasa

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan katakan dalam hatimu “Air mata ku diperhitungkan Allah dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara

Hakikat Nikmat

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang istirahat duduk di tepi sungai. Ayahnya kemudian mengambil persediaan air dan meminumnya. " Bismillah...Alhamdulillah...air ini nikmat sekali. "


Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Air ini ciptaan Allah yang luar biasa, dia bisa menghilangkan dahaga dan menambah tenaga. Air adalah sumber kehidupan makhluk hidup, tanpa air semua makhluk hidup akan matii.”



Pada saat yang bersamaan, seekor ikan mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya nikmat sekali, ciptaan Allah yang luar biasa, bisa menghilangkan dahaga dan menambah tenaga, dan sumber kehidupan makhluk hidup, serta tanpa air semua makhluk hidup akan matii. Ikan itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air ? Aku telah mendengar percakapan manusia yang luar biasa tentang air.”



Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air dan bertemu dengan temannya Si Katak. Kepada Katak Si Ikan ini menanyakan hal serupa, “Katak.. tahukah kamu diimanakah air ?”

Katakpun tertawa dan menjawab , “Tak usah gelisah temanku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, air itu luar biasa, sumber kehidupan dan tanpa air kita akan mati. Tetapi untuk mengetahuinya mari ikut denganku" Si katak melompat ke atas daun teratai diikuti oleh ikan. "Hap...hap...hap aku disini tidak bisa bernafas." kata ikan, dan ikanpun melompat kembali ke air sungai. Akhirnya ikan tersebut memahami apa itu air, dan air itu memang luar biasa dan sumber kehidupannya.




Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan,
Mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan,
Padahal ia sedang menjalaninya dan menyelaminya,
Bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.



Nikmat Allah itu seperti air di sekeliling ikan,
Sangat banyak melingkupi kehidupan kita,
Sehingga kita kadang tak sadar bahwa semuanya adalah nikmat-Nya. Kita mengeluh mendapat musibah,
Padahal kita tidak pernah bersyukur atas nikmat yang tak terhingga.



Kita merasakan nikmat sehat bila kita sakit,
Kita merasakan nikmat kaya, setelah kita jatuh miskin,
Kita merasakan nikmat kebersamaan setelah orang dekat kita tiada,



Seperti ikan merasakan nikmat air ketika dia di daratan.



Firman Allah :
“ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zholim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim ayat 34)



Kebahagiaan itu tidak bisa dicari,
Kebahagiaan itu tidak ada di luar diri,
Kebahagiaan itu ada di dalam diri.
Kebahagiaan adalah sikap bijaksana kita menghadapi setiap keadaan. 
Baik nikmat maupun musibah kita bisa menikmati dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan ada bila sikap IKHLAS, SYUKUR dan SABAR ada di dalam diri.



Seperti Syaikh Ibnu Taimiyah yang tetap bahagia walaupun telah diasingkan dan dipenjara.
Beliau berkata “ Dipenjara aku berkholwat (mendekatkan diri kepada Allah), diasingkan aku tamasya, dibunuh aku syahid .“



Jadi ,,,,,
Kita bisa IKHLAS, BERSABAR dan selalu BERSYUKUR…
Apabila kita FOKUS atas NIKMAT Allah yang BANYAK
BUKAN atas SATU NIKMAT Allah yang diambil-Nya..



Semoga diri ini bisa senantiasa bersyukur,,
kendati ada segurat mendung di hati 
---mencoba menghibur diri---
^_*



Wallahu Ta'ala a’lam

Selasa, 22 Januari 2013

Melukis keindahan hidup


Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.

Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.

Selasa, 13 November 2012

LIEBSTER AWARD

Bismillah,,,
Udah lama g ngeblog ternyata dapat award dr kang Irfan, Alhamdulillah. Tapi setelah dilihat-lihat ternyata ini sebuah award berantai. ada syarat-syarat yang harus dipenuhi tentunya, diantaranya :
  1. Setiap orang yang sudah kena tag harus menulis 11 tentang dirinya
  2. Jawablah setiap pertanyaan yang telah memberikan tak sama kamu.
  3. Buatlah 11 pertanyaan baru untuk orang yang kamu tag.
  4. Tentukan 11 orang ini dan cantumkan link blognya dan link kan ke postmu
  5. Kasih tau mereka bahwa telah menerima Award ini dari kamu.
yah, cocok deh buat berpusing - pusing ria sambil nyiapin tuk Ujian semester besok. 

trus apa y yg harus ane tulis tentang diriku --mikir--
  1. Yang pasti ane seorang cowok
  2. Ane lahir 1 Muharram 1410 H
  3. Mata sipit 
  4. Anak k-2 dari 5 saudara
  5. Waktu kecil ane suka lari-larian tanpa celana ketika dikejar2 suruh mandi ---idih jadi malu--
  6. Ketika masih SMA kalo boncengan ama kakak dikirain boncengin pacar --maklum cuma selisih 1 tahun--
  7. Sukanya makan yang pedas-pedas
  8. Pernah punya impian waktu kecil ingin menjadi pelukis, tapi .....
  9. agak pemalu kaleee ya diriku, tapi kagak malu-maluin
  10. apalagi y ? sampai sekarang masih suka cium pipi ibu walau d tempat tetangga ---biar pada liatin, kagak masalah---
  11. Terakhir, diriku sedang mengetik ---hahaaha---
sudah selesai jawab masih pula jawab pertanyaan lagi dr kang Irfan, GPP ane coba ,,


  1. Apabila sedang browsing internet apa saja si yang kamu lakukan? Suka ngambil Vektor mas brow, biasa suka otak-atik desain
  2. Adakah kejadian di masa lalu yang sampai saat ini masih belum bisa di lupakan? kejadian apa? hehe poin nomor 5 d atas mas bro
  3. Hal apa yang kamu lakukan sebelum tidur di waktu malam? ngobrol ama Istri , maklum udah menikah neh
  4. Acara televisi yang kamu sukai apa? seputar Indonesia
  5. Pacaran menurut kamu itu apa si? apa y ? sesuatu yang ngabis2in waktu aja
  6. Kalo main ujan - ujanan kamu suka sakit apa enggak? oh tidak, 
  7. Kejadian yang membuat kamu trauma sampai saat ini itu apa si?  tidak ada kang irfan
  8. Pelajaran apa si yang terkadang membuat kamu mengantuk? sebenarnya ane tu jarang tidur kalo lg d kelas, cuma pernah ketiduran waktu Pel Sejarah
  9. Makna sahabat bagimu apa si? Saudara dalam kebaikan, saudara yang mengingatkan apabila da kesalahan
  10. Kalo harus memilih, lebih pilih sahabat apa pacar? sahabat soalnya kagak punya pacar
  11. Sesuatu yang pernah kamu kasih kepada orang yang special itu apa? Cinta yang HALAL

Nah ni dia giliran ane bwt pertanyaan,,,
  1. kapan kamu dilahirkan ?
  2. menurutmu pacaran tu apa sih ?
  3. siapa sih idola kamu ?
  4. ada g kenangan waktu masih mengenakan seragam putih abau-abu yang sampai sekarang masih terkenang ? apa ?
  5. terus aktivitas kamu sekarang apa ?
  6. kamu sendiri suka warna apa ?
  7. tipe sahabat yang kamu sukai seperti apa ?
  8. kalau tipe sahabat yang tidak kamu sukai ?
  9. apa y pendapatmu tentang KULIAH, AISYAH n' MAISYAH ?
  10. Lha terus kalau kamu d hadepin sama KULIAH, AISYAH n' MAISYAH, kamu pilih yang mana ?
  11. apa pendapat kalian tentang rencana DPR yang mengeluarkan anggaran sekitar 12 milyar tuk renovani toilet, pagar, alat FC dll sedangkan rakyatnya mempertaruhkan nyawwa menyebrangi sungai hanya untuk berangkat k sekolah ?

ne saatnya tuk memberikan estafet  Liebster Award, dan yang beruntung diantaranya : 
dan terakhir, selamat berkarya semuanya 



Minggu, 11 November 2012

Harap-Q

Tinggi Q gantungkan harap,,
Cita yg selama ini Q semai,,
akankah berbuah menjadi realita ?

Yah,,,,seberapapun,,,,
sekuat apapun Qt berusaha,
Allah lah t4 segala keputusan,,

mungkin diri yang sering alpha,,,
ataukah diri yang begitu nista,,
apapun itu,,
Q sadari bahwa diri ini begitu hina,,

ketika diri melihat bintang,,
walau jauh kau d ujung sana,,
meski diri tak sampai memiliki,,,
izinkanlah citaQ menggantung bersamamu,,
perkenankan harapQ tuk menemanimu,,
dan biarkanlah mimpi ini terus berkelana,
berjuang untuk sebuah ralita nyata,,,

kan terus Q gantungkan citaQ,,
kan terus Q pupuk citaQ,,
dan terus Q nanti impian2 indah itu,,

yakinQ berbisik kata,,
suatu saat,,
suatu waktu,,
cita itu,,
harap itu,,
dan mimpi itu kan berbuah,,,
melahirkan sebuah perubahan hidup yang baru tuk diriQ,,

Q yakin Allah bersama slalu,,
dan yang pasti,,
"man jadda wajada"

 karena tidak ada kesuksesan tanpa kesungguhan, keuletan dan kerja keras,,

Rabu, 05 September 2012

Alhamdulillah

ALhamdulillah, akhirnya bisa juga plend

Total Tayangan Halaman

Sobat Al Fawwaz